Sidak Komisi III dan IV DPRD Kukar, Proyek Pembangunan Gedung SMPN 1 Tenggarong Belum Rampung
(Sidak Komisi gabungan III dan IV DPRD Kukar)
TENGGARONG, Komisi III dan IV DPRD Kutai Kartanegara, Senin 22 Juni 2020 siang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 1 Tenggarong, untuk melihat progres pembangunan gedung SMPN 1 Tenggarong.
Dalam sidak tersebut,
para anggota DPRD Kukar menemukan kondisi bangunan yang tak sesuai harapan,
sarana prasana yang belum maksimal dan beberapa pengerjaan yang belum
terselesaikan, atas proyek pembangunan gedung SMPN 1 Tenggarong pada anggaran 2019.
“Kita cukup berbangga, gedung SMPN ini sangat
megah. Namun saat kita cek di beberapa ruangan, banyak fasilitasi yang tak
memadai, seperti fasilitas ruang belajar papan tulisnya sudah melengkung,
kemudian WC yang perlu diselesaikan pengerjaanya, pengecetan yang belum
dilakukan semuanya,” kata Ketua Komisi IV DPRD Baharuddin saat sidak.
Kegiatan sidak yang dilakukan oleh Komisi III dan IV DPRD Kukar menurut Baharudin, bukan mencari kesalahan, namun mencari
solusi terbaik.”Saya yang bukan kontraktor saja bisa menilai bahwa pengerjaanya
jauh dari harapan. Kita ingin cari solusi, bukan mencari kesalahan, karena kita
ketahui bahwa anggaran pembangunan sekolah ini cukup besar, tetapi progres
belum sesuai harapan,” kata Baharuddin.
Pada sidak tersebut Ketua Komisi IV Baharudin
didampingi sejumlah anggotanya yakni Saparuddin Pabonglean, Agustinus Sudarsono,
Abdul Wahab, kemudian dari Komisi III Ahmad Zulpiansyah, Sugeng Hariadi, Sabir.
Turut hadir mendampingi Plt Kepala Disdikbud Ikhsanuddin Noor, Kepala SMPN 1
Tenggarong Mustangirum, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan PPTK dari Dikdikbud
Kukar.
Ahmad Zulpiansyah dari Komisi III DPRD Kukar
menyatakan, penantian tak sebentar atas pembangunan ini terealisasi, setelah
sebelumnya selama 4 tahun rencana pembangunan sekolah ini “terkatung katung”,
meski beberapa kali diusulkan tetapi tidak masuk.
“Namun alhamdulillah pada tahun 2018-2019 pemerintah
menganggarkan pembangunan gedung sekolah tersebut, kita patut bersyukur. Kita lihat keberadaan gedung
SMPN sangat megah, tapi yang menjadi kekecewaan kami adalah beberapa fasilitas
yang seharusnya selesai ternyata belum selesai. ” tuturnya.
Sementara Saparuddin Pabonglean Anggota
Komisi IV DPRD, berharap penyelesaian pengerjaan pembangunan SMPN 1 Tenggarong
segera dilakukan oleh kontraktor, sebelum sekolah tersebut difungsikan untuk
kegiatan belajar mengajar.
Kontraktor pelaksana, menurut Saparuddin
diuntungkan dengan kondisi Covid, karena kegiatan belajar selama Covid
dilakukan dirumah.”Coba kalau kegiatan belajar normal, pasti kalang kabut
dengan kondisi sekolah yang masih seperti ini, WC fasilitas belum memadai,
papan tulis melengkuk, pengecetan belum dilakukan semua.” Kata Saparuddin.
Oleh karenanya menurut Sapar, Pihak Disdik,
Kontraktor maupun pihak sekolah untuk segera membangun komunikasi terkait
penyelesaian pengerjaan yang belum terselesaikan itu.”Perlu bangun komunikasi baik
itu Disdik, kontraktor dan pihak s kolah, dan mengedepankan musyawarah agar
persoalan itu segera terselesaikan, dan tahun ajaran baru bisa difungsikan
dengan baik,” katanya.
Plt Kepala Disdikbud Kukar Ikhsanuddin Noor mengatakan,
kondisi gedung SMPN 1 Tenggarong tidak hanya megah dari luar, namun kedepan
diharapkan akan mampu melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Kutai
Kartanegara.
“Suatu saat nanti saya berani jamin
kelengkapan sarana prasana paling lengkap di Kaltim. Sekolah ini akan menjadi
percontohan sekolah lain, akan banyak sekolah lain berkunjung atau
studi banding ke SMPN 1 Tenggarong. Oleh karenanya pihak sekolah harus bersiap
diri untuk itu, tidak hanya menjual fisik semata namun juga kualitas SDM putra
putri kita yang bersekolah di SMPN 1 ini juga harus unggul,” katanya.
Terkait dengan penyelesaian pengerjaan
finishing, menjadi tanggungjawab kontraktor untuk segera menyelesaikannya,
dengan waktu hingga bulan oktober 2020 mendatang.
Secara terpisah Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK) Proyek Gedung SMPN 1 Tenggarong pada Disdikbud Kukar Nuraini, menyebut
kontraktor akan menyelesaikan pekerjaan finishing tersebut setelah wabah Covid
19 mereda.
Masih ada waktu hingga bulan Oktober 2020
masa pemilaharaannya yang masih menjadi tanggungjawab kontraktor.”gedung SMPN 1
ini sudah diserahterimakan sejak 30 April, dan masih ada 6 bulan masa untuk
pemeliharaan yakni sampai Oktober 2020 nanti,” kata Nuraini.(awi/adv)